Thursday, August 24, 2006

pikiran (ku? mu? nya? mereka?) yang ngawur

beberapa orang berpikir bahwa mereka tahu apa yang orang lain butuhkan

beberapa orang berpikir bahwa mereka tahu apa yang terbaik untuk orang lain

beberapa dari orang itu mungkin seorang ayah, atau seorang ibu, seorang paman, seorang bibi, seorang bos, seorang bawahan atau bahkan mungkin seorang gembel di jalanan.

namun aku ingin bertanya ke kalian, wahai teman - temanku

apakah seseorang bisa dengan pasti mengatakan apa yang terbaik untuk temannya (misalnya)?

bagaimana dia bisa tahu apa yang terbaik untuk temannya?

atau aku akan ambil contoh yang mungkin lebih jelas untuk kalian

bagaimana seorang ibu atau seorang bapak atau seorang suami istri bisa mengetahui apa yang terbaik untuk anak mereka?

dengan diskusi! itukah jawabanmu?

lalu bagaimana sebuah diskusi harus atau sebaiknya atau idealnya dilakukan? (ideal menurut siapa ... sigh :-<)

apakah sebuah diskusi harus ada "tujuannya" (baca misi)?

apakah sebuah diskusi harus ada aturan tersendiri?

lalu, bagaimana cara membuat aturan itu?

kalaupun dilakukan dengan diskusi, apakah diskusi dalam membuat aturan itu tetap harus diberi batasan?

siapa yang membuat batasan itu?

aku memang orang yang suka bertanya karena aku berpikir bahwa aku tidak bisa begitu saja menjudge sesuatu hanya dari pemikiranku sendiri dan aku juga tidak mau mengatakan hal yang pastinya tidak pasti.

kembali ke batasan, terlepas dari konteks anak dan orang tua, apakah menurut kalian batasan itu bisa membuat orang lain tidak bebas bergerak?

pasti dong, tapi apa iya kita butuh batasan?

beberapa orang berpikir bahwa batasan perlu supaya kita tetap ada di jalurnya. jalurnya siapa? jalur menurut keinginan mereka atau kita?

kalaupun kita setuju untuk berada di jalur yang mereka inginkan dan memang harus di jalan itu, apa hasilnya nanti?

siiigh ... apa benar mereka bisa memastikan hasilnya?

lalu siapa yang bisa memastikan?

hatimulah yang memastikan:

apakah caramu itu benar atau tidak

apakah kamu hanya ingin kelihatan hebat

apakah kamu hanya ingin merasa aman

apakah kamu hanya ingin hidup damai dalam jalan atau cara yang kamu yakini

lalu, bagaimana kamu tahu bahwa sesuatu hal adalah penting untuk diketahui orang lain?

siiiigh ... kok jadi seperti sejarah adanya agama ya? (menurut pemahamanku sendiri sih)

Satu orang yang menerima wahyu

Mendapat keyakinan kuat

Kemauan kuat untuk menyebarkan

Mengumpulkan orang - orang untuk ikut percaya dan yakin (untuk ada di jalan yang si penerima wahyu yakini)

Membuat nama untuk perkumpulan itu

Dan lahirlah agama

Apa sih sebenarnya tujuan dari perkumpulan itu?

Menghimpun kekuatan?

Menguasai orang lain?

Untuk kebaikan semua?

Lalu kenapa Buddha sebagai salah satu orang penerima wahyu mengatakan:

“Believe nothing, no matter where you read it, or who said it, no matter if I have said it, unless it agrees with your own reason and your own common sense.”

siiiigh .... ngawur!!

No comments: