Wednesday, July 18, 2007

Mulai Lagi

Jari – jari kurus itu mulai melompat – lompat lagi
Pikiran itu mulai menari – nari lagi
Tak ada lagi perbincangan panjang

Kedua mata sayu meredup itu mulai tidak bisa berkompromi dengan dinginnya malam
Tubuh itu mulai mengkisut
Perut itu makin menjulang

Nyanyian tanpa syair mulai sering didendangkan dari mulut mengeringnya
Apa yang menggerakkan tubuh itu
Apa yang menggerakkan jari – jari itu

Mulut – mulut itu mulai berdebat
Otak – otak itu mulai mencari celah
Emosi – emosi itu meledak – ledak, berkelebat – kelebat mengeluarkan liur nafsu ingin menang

Hati itu mulai menangis
Jantung itu mulai berdegup kencang
Langkah – langkah kaki makin cepat

Harapan itu makin besar
Gemerincing uang semakin terdengar
Kepercayaan diri itu mulai timbul

Ramai bus – bus kota dan angkutan – angkutan lainnya makin nyata
Jam – jam dinding mulai tampak bergerak semakin cepat
Laju mesin – mesin itu tampak tersedak – sedak

Namun sang gunung tetap berdiri
Sang laut tetap mempersembahkan tarian ombaknya yang indah
Sang danau tetap menunjukkan ketenangannya

Sang Resi tetap di sana memegang tongkatnya
Sang Batara tetap memandang ke bawah mengulurkan tangan lembutnya
Sang Nini tetap di sana berjaga – jaga walau terkadang terkekeh mengejek
Sang Rama tetap tak kembali entah di mana

Lalu sang pertapapun melanjutkan tapanya

No comments: