Sunday, January 14, 2007

memorizing the moments

I was home and I found my writing works that I did when I was in college. It is really nice to see how I wrote and how I expressed my feelings into words. I am wishing that I would see changes in me in seeing this world by comparing my previous writings and my recent writings.

13th August 1997

Palu di tengkukku makin keras
Suara kerumunanpun makin riuh
Tetap sepi
Hati tetap merindu
Aneh ……
Mulut tidak
Mata kosong
Kening berkerut
Tangan mengepal
Hati menangis mengharap mengiya
Menunggu bulan beradu dengan matahari
Menunggu darah mengalir ke dalam
Menunggu mata berbalik ke atas
Saat sang bulan meminang si pungguk
Followings are quotations:
People were born for trouble, just like fire flower that flies to the sky
Lord, don’t let me got ashamed (psalm 31 : 18)

Professing to be wise, they became fools

4th April 1997

…… but I don’t like you
I guess you know what I mean
…… should I love you because I feel pity on you?
…… I have never had a feeling like yours
…… you’re alright, aren’t you?
If I had a feeling like you can I come to you?

29th August 1997

I hum for them even if the throat dried
I write poems even the fingers are brittle and creaking
Love takes my youth
Lead me to the gate of death
I wait for my prince with a white dusty gown on me
With his cudgel and arrow
With the blackened red rose in my hands
My body already half-dead
Every step I take
Every move I do
Every day every time I pray
I am waiting for my prince
21:45

13th October 1997

Fly away my soul!
Fly away my soul, fly!
Meet him and hold his hands again
So I can put my face in front of his
Put his lips on mine
Talk about bullshits
Take and give as we are
Learning everything about each other
Cry my soul, cry!
Roar my soul, roar!
Tell him, he is my candle in the dark
Tell him, he is the brain of my head
Cry my soul, cry!
Fly away my soul, fly!

Quotation:
CON: every country has its own laws on press
PRO: press should respect to other’s privacy
Doesn’t it mean that law is limitation

15th October 1997

Friend

A friend is beautiful
A friend is honest
A friend is loyal
A friend is a guardian angel
A friend is fond of listening
A friend is kind
Friends love each other
A friend tells the truth
A friend is never angry
Friend is bullshit!!!

Why should I?

Hatred, burning my brain
But
Patience, freeze my fingers
My eyes are getting red
My face is getting folded
But
My heart says “calm down”
She doesn’t know who and what you are
You are a fire in the north pole
You smile in anger

Quotations:
A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED
PADA AKHIRNYA KITA SELALU DITINGGALKAN DENGAN RASA KEHAMPAAN PEDIH YANG JUSTRU KITA HARAP DAPAT DIISI OLEH PETUALANGAN MENCARI PENGALAMAN
22nd October 1997

4th November 1997

Gamang dan Gampang
Hari yang kedua puluh dua
Berdua
Bersama
Dan akhirnya berdua lagi
Nyata dan mimpi; diantaranya
Dekat dan jauh; diantaranya
Manis
Indah
Hangat
Kenapa kau biarkan bila hatimu tawar
Kenapa menangis sedangkan mulutku tersenyum
Terlalu indah untuk diraih
Terlalu buruk untuk dilupakan
Helaan nafas sejuta kali
Walau hanya sehari
Masih tetap sepi teman
Sepi dan sakit
Walau kujamah mata dan tanganmu
Ada yang menusuk dan menghunjam
Semakin hambar, kawan
Awan ini semakin gelap
Sumur tawaku makin kering
Sementara kau tetap bicara dan tertawa
Ironis
Yang butuh, diam
Yang dibuthkan, menghibur
Tapi tak cukup sobat
Itu semua tak cukup
Serakah ataukah memang sudah mendesak
Kata ‘cinta’ menjadi musuh yang paling kusenangi
Kata yang kuucapkan hanya padamu sahabat
Kelak kau tahu arti kata itu

8th November 1997

WORDS

Simple and clear
Sometimes, stupid
And bullshit
These little things watering my desert
They give sunlight in cold
And shelter when it rains
I rest all of my fears on it
I rest my mind and my body
I began to laugh and smile
Open my hearts, ignore what are surrounding me
Simple, clear, stupid and bullshit
I feel it but I like it
Spread out when you opened your mouth

9th November 1997

STRANGE

I lost my mind and my feeling when it was far
I lost my love and kept my affection when it was close
Too close and too often
Why I lost the thing I have ever been
Too far and too long
Why I cried and trembled
Pretending strangers in crowd
Pretending approaching in silent
Pretending, is it that bad?
First person ain’t pretending
Thee, I look for the truth
Strange, isn’t it?
It has been four times

17th November 1997

Hidup itu memang aneh
Adasi bodoh tapi banyak jodoh
Ada cendekiawan tapi kesepian
Ada orang pintar tapi gentar
Ada orang idiot tapi berotot
Ada si pintar berjodoh tapi buruk rupa dan buruk laku
Ada si bodoh berjodoh tapi tampan dan alim
Ada si pintar tapi kesepian, buruk rupa dan buruk laku
Ada si miskin tapi berteman
Ada si kaya tapi terlena
Lalu kenapa yang miskin semakin miskin
Yang kaya semakin kaya
Yang pintar semakin pintar
Yang bodoh semakin bodoh
Hidup ini adil dan tidak
Hidup ini
Baru kujalani 20 tahun 11 bulan dan 4 hari

24th December 1997

Doa

Malam ini aku masih berpikir dan menimbang
Haruskah aku tinggalkan dunia kananku yang penuh dengan otak, kerja dan uang
Ataukah harus kudalami dunia kiriku yang penuh dengan ketidakpastian, namun ada kesukacitaan, cinta, kesengsaraan dan dunia yang keras
Aku masih menginginkan hidup yang santai, bercengkerama dengan dosa dan juga memandang wajah dan suaranya
Namun aku sangat memimpikan masa depan yang cerah dengan kerja dan keringatku
Inilah doaku dan kebimbangan yang kupasrahkan padaMu
Di malam
Natalini aku memohon, tunjukkanlah jalanku dimana Kau sendiri yang memberi terangnya

29th January 1998

Aneh itu datang setiap kutanyakan mau kemana kamu dan sedang apa kamu
Aku tak tahu tujuanku
Aku tak tahu sedang apa
Bingung ……
Cemas ……
Kudengar angina menertawakanku
Dedaunan melambai mngejekku
Aku cari sosok yang bias membuatku tenang
Kuingat – ingat muka orang – orang yang kukenal
Kau sangat berarti sahabat
Seribu dalam Saturday satu sebagai seribu
Dan matahari ini tetap panas
Mendung mempermainkan logika
Adasecuil kedamaian kurasakan saat kulihat merah coklatnya tanah
Hijau kuningnya sawah
Keruh jernihnya air
Dan
Besar kecilnya anak – anak
00:36

7th February 1998

Kesepian itu menghunjam lagi
Menghunjam amat dalam di hatiku
Kekosongan itu menyeruak lagi
Menyeruak semakin luas
Baying wajahmu tak mampu lagi membantuku
Air hujan itu mengalir
Yang tercipta hanyalah senandung kesedihan
Baying – baying mengenaskan
Kemana rasa itu
Rasa yang selalu dating ketika kulihat segaris matamu
Rasa yang mengajakku terbang ke negeri dongeng
Tak dapat lagi kuartikan otakku
Tak dapat lagi kumengerti keinginanku
Dunia atau cinta
Tolong aku!
Kulihat angka – angka itu tapi ada yang kosong dan sepi
Kuterbang karena asmara namun hal itu tidak sangatlah penting
Malam semakin membawaku luruh dan gugur
Luruh dalam sepi ini
Gugur tak tahu apa yang harus kubuat
Aku ingin bicara
23:00

8th February 1998

“Aku cinta kamu”
Kata yang amat menghancurkanku
Kata yang suatu hari akan kau ucapkan
Entah untuk siapa
Bunga layu dengan batang yang tegak berdiri
Tak ada yang bersalah dan salah
Mungkin mata ini keliru menilai
Mungkin hati ini tidak paham
Atau mungkin otak ini terlalu sempit
Duduk mendekap tulang kaki
Dengan kepala diantaranya
Dahipun menyentuh tumit
Tapi hati ini masih tersenyum
Masih ada rembulan di mata itu
Dengan kepalan tangan yang tergenggam kuat
Aku masih ada
20:35

9th February 1998

Mimpiku masih dihiasi wajahmu
Wajah yang ragu
Namun tanganmu mendekapku erat
Andaikan bias kurasakan kehangatan semu itu
Hingga terhapuskan tangis fatamorgana ini
Meluruhkan kesedihan ilusi
Dan meruntuhkan khayalan kengenasan
Tiga malam terpenjara dalam mata mimpiku
Terkungkung dalam keletihan mulut
Terpidana dalam keinginan rasa
12:30

10th February 1998

A little girl with a bundle of hair at the top of her head
The hair fell around and red
Crawling between the woody poles
Staring with her plain eyes, playing with dolls
Her laughs burst sometimes
The coddled lullaby her
A girl at a fifth is awake with her droopy eyes
Loneliness is her torturing friend
Walking wobbly between the striving poles
Look forward, holding her tiny heart tight
Playing with illusions and hopes
Her hearty laughter just like the rain at sahara
Strange views lullaby her
Two boys at play
Just so so
The nature is smile and laugh
Crying his emotional
A boy at fifth, bending and quiet
His hand scrapped the door, his face looked down
Too hard to smile, too lazy to see and to understand
There’s only for the sake of courtesy
Scream and the laughter of friends lullaby him
Tasteless and heartless
21:05

13th February 1998

I can’t stand for the feeling, when the stare doesn’t want to go away
I can’t hold for the trickle when I stare at the vein at the back of your palm
Why should it be a problem to each other?
Why should it be think of each other?
Finally, ‘NO’
Stick and stay
There’s only quiet and motionless body stayed
No reasons to beg
No reasons to cry
No reasons to be hurt and being hurt
Quiet and go on, kid
Even you have to put off your heart and your right arm
Even you have to take it with your teeth and head
Crawl like a wolf
You only have teeth and head
Your teeth are sharp and your brain is sly

13th March 1998

11:32
Sebuah tiang listrik
Tegak, kokoh dan kuat
Tempat anjing – anjing mengangkat kaki dan kencing
Tempat orang – orang meludah dan mengencinginya
Malam hari,
Tempat – tempat gembel meletakkan punggung dan leher
Tempat anjing – anjing bercengkerama
Tempat wanita – wanita cantik menemukan terang dan cahaya

11:40
Orang – orang kalah dan berotot
Sibuk mencari hal di mana ia bias unjuk otot dan gigi
Orang – orang kalah dan sok kuat
Menganggap yang menang itu lemah, tak berhati, tak berfilosofi
Orang – orang kalah pengumbar mulut
Sibuk menual pandangan dan penilaian ‘otaknya’
Orang – orang kalah selalu ada
Orang – orang kalah ‘berotak’ diantara pilar – pilar kertas

No comments: